Katrin: “Konservasi Bukanlah Bermaksud Melarang Manusia Memanfaatkan Alam”

Penulis: Katrin

Sebagai makhluk paling lengkap di bumi ini, manusia juga menjadi predator utama, pemanfaatan terbesar semua sumber daya yang ada di bumi. Hal ini yang menjadi dorongan bagi saya untuk bisa terlibat dibidang konservasi. Konservasi bukanlah bermaksud melarang manusia memanfaatkan alam, tapi dengan konservasi kita menyesuaikan pemanfaataan dengan daya dukung alam.
Dengan demikian hasil yang ada juga akan lestari, berkelanjutan.

Nama lengkap saya Katherina. Itu nama yang tercantum di akte lahir saya. Saya lahir di Medan, 23 Agustus 1975 (dah tua neh :p), anak pertama dari 2 bersaudara. Saya besar di Cirebon, di Medan hanya numpang lahir. SD-SMA saya habiskan di Cirebon. Tahun 1994, saya mulai kuliah di Fakultas Biologi-UGM Yogyakarta. Saat kuliah itulah saya mulai belajar menyelam di unit selam UGM dan juga ikut kegiatan pencinta alam di fakultas.

Menurut saya, ini yang menjadi dasar saya bekerja sebagai orang lapangan selanjutnya. Sejak dulu saya memang senang bekerja di lapangan. Saat kuliah pun, saya sangat menyukai semua kegiatan perkuliahan yang dilakukan di alam. Seperti misalnya praktikum ekologi di sungai, di hutan, di laut dan di pantai.

Waktu kecil, sebenarnya saya punya cita-cita jadi insinyur -seperti kebanyakan anak kecil lainnya – namun berubah sejalan dengan waktu. Saat SMA dan kuliah, tidak ada keinginan spesifik ingin berprofesi sebagai apa. Hanya keinginan untuk bekerja untuk alam dan lingkungan. Salah satu hobi saya adalah berenang. Menyelam adalah satu kegiatan yang buat saya merupakan kegiatan lanjutan dari berenang. Saat di unit selam, saya belajar banyak tentang laut. Selanjutnya laut dan kehidupannya telah menarik perhatian saya lebih jauh.

Tahun 2002, 1 bulan setelah lulus kuliah, saya berkesempatan bergabung dengan The Nature Concervation (TNC) sebagai staf monitoring. Saya berkata waktu itu, inilah awal jalan saya bekerja untuk lingkungan, terutama laut. Lokasi kerja pertama saya adalah di Taman Nasional Komodo, Flores, NTT.

Yang saya kerjakan utamanya adalah monitoring penyu, pari manta, dan cetacean di perairan Taman Nasional Komodo. Di luar itu, saya membantu kegiatan monitoring lain yaitu monitoring karang dan monitoring pemijahan ikan kerapu.

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memberikan informasi terkini kepada pihak pengelola (dalam hal ini Balai TNK) mengenai kondisi biota dan habitat penting laut. Dari informasi ini diharapkan pula bisa menjadi masukan kepada pihak pengelola untuk menentukan kebijakan pengelolaan.

Tahun 2004 awal, TNC memindahkan staf monitoring yang bekerja di Komodo ke site-site TNC lainnya yang masih baru. Saya dipindahkan ke site Derawan-Kalimantan Timur. Disini yang saya lakukan hampir sama yaitu monitoring. Kegiatan monitoring yang dilakukan di Derawan adalah monitoring karang, survei lokasi pemijahan ikan serta monitoring pemanfaatan sumber daya laut.

Cukup lama di Derawan, 2 tahun 5 bulan. Pada tahun 2006, saya mendapat tawaran untuk kembali ke Komodo. Dengan senang hati saya terima tawaran tersebut. Akhirnya Mei 2006 saya resmi bergabung dengan PT. Putri Naga Komodo sebagai koordinator monitoring.

Awal tahun 2008, ada kesempatan bagi saya untuk bekerja di bagian timur Indonesia, di Papua.

Saya bergabung dengan Conservation International Indonesia untuk Raja Ampat Program. Yang saya kerjakan masih tetap sama, monitoring biologi. Raja Ampat telah lama saya dengar keindahannya. Saya punya keinginan untuk bisa suatu saat berkunjung ke sana. Akhirnya, kesempatan itu ada. Bahkan bisa bekerja di Raja Ampat hingga sekarang bagi saya, kehidupan itu haruslah seimbang di antara makhluk-makhluk yang tinggal di bumi ini. Demikian pula manusia dengan sumber daya alam. Penggunaan hasil alam harus sesuai dengan daya dukungnya, baru bisa berkelanjutan. Bila ada satu komponen yang berlebihan, maka akan ada bagian lainnya yang rusak atau menurun. Demikian pula dengan hasil laut.

Pemanfaatan laut (terutama hasil-hasil perikanan) harus sesuai dengan jumlah yang mampu disediakan oleh laut. Bila penangkapan lebih banyak (dan juga perusakan laut terus terjadi) maka hasil laut pun akan terus menurun hingga akhirnya habis sama sekali. Sebelum itu habis, mari kita jaga atau setidaknya mari kita minimalkan kerusakan yang timbul akibat kegiatan
manusia.

Sebagai makhluk paling lengkap di bumi ini, manusia juga menjadi predator utama, pemanfaatan terbesar semua sumber daya yang ada di bumi. Hal ini yang menjadi dorongan bagi saya untuk bisa terlibat di bidang konservasi. Konservasi bukanlah bermaksud melarang manusia memanfaatkan alam. Tapi dengan konservasi kita menyesuaikan pemanfaataan dengan daya dukung alam. Dengan demikian hasil yang ada juga akan lestari, berkelanjutan. Tidak hanya dalam 2, 3, 5 tahun. Tapi berharap generasi-generasi jauh setelah kita masih bisa memanfaatkan kekayaan alam yang sekarang ada.

Laut Indonesia begitu kaya dan indah. Sebagai pusat keanekaragaman terumbu karang dunia, bisa dibayangkan berapa besar nilai penting laut Indonesia terhadap dunia. Menjadi seseorang yang bisa ikut terlibat, walau hanya sedikit dan bagian kecil saja, buat saya itu memberi semangat kerja yang besar. Belum lagi, bekerja di suatu daerah di Indonesia berarti bergabung dengan masyarakat di daerah tersebut dengan kebudayaan dan adat mereka. Ini pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Indonesia sangat luas, penuh dengan keindahan alam dan kekayaan budaya. Itu saya syukuri, bisa mengenal daerah2 lain di Indonesia selain Jakarta (yang macet dan ruwet) atau Cirebon, tempat saya besar.

Saya berharap, kedepannya, makin banyak lagi orang-orang (Indonesia) yang sadar akan kelestarian alam, juga kelestarian laut tentunya. Biar kita bisa lebih lama makan ikan laut goreng, atau ikan kuwe bakar, atau menyelam di banyak tempat indah di laut Indonesia ini.

Dan tentu saja, agar nelayan-nelayan Indonesia tidak harus kehilangan sumber ikannya yang berarti kehilangan sumber pendapatan mereka.

Sumber : http://www.goblue.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: