Sejumlah Bahasa Adat di Papua Terancam Punah

TEMPO Interaktif, Jayapura:Kepala Dinas Kebudayaan Papua, Domingus Rumbewas, mengatakan bahasa adat di Papua terancam punah. Sebab anak muda di Papua cenderung enggan menggunakan bahasa adat. “Bahasa adat di salah satu suku, diperkirakan 30 tahun lagi punah,” ujarnya di sela acara pembukaan Festival Adat Papua, di Jayapura, kemarin.

Selain itu, kata Rumbewas, bahasa adat juga terancam dengan adanya kawin campur. Warga suku asli memiih kawin dengan pendatang atau dengan warga suku lain. Akibatnya, penggunaan bahasa asli menjadi berkurang.

Tapi, Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem, mengaku belum menerima laporan adanya bahasa adat Papua yang punah. “Belum ada bahasa adat yang punah,” katanya.
Saat ini, jelas Alex, ada sekitar 250 bahasa adat yang terdaftar di pemerintah Papua. Masih ada juga sekitar 50 bahasa adat yang belum terdaftar. “Bahasa tiap suku berbeda,” katanya.

Alex mengakui, pemeliharaan dan pengembangan bahasa adat di Papua tak mudah. Diperlukan banyak tenaga, waktu, dan biaya untuk menjaga kelestarian bahasa adat. “Tenaga kami masih terbatas,” katanya.

Ia mengakui, ada faktor-faktor yang bisa menghambat penggunaan bahasa adat. Yang terutama adalah banyaknya warga dusun yang hijrah ke kota. Kebanyakan di antaranya adalah anak muda. “Kebanyakan orang tua saja yang tinggal di desa,” katana.

Tapi, Alex optimistis bahasa adat di Papua akan tetap bisa dilestarikan. “Selama belum ada penduduk desa yang semuanya pindah ke kota, bahasa adat akan tetap ada,” ujarnya. PRAMONO

Sumber : Tempo Interaktif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: