REKONSTRUKSI DAN TRANSFORMASI NASIONALISME PAPUA

Oleh : Hugo Warami *)

Judul Buku        : Rekonstruksi dan Transformasi Nasionalisme

Penulis             : Dr. Demmy Antoh

Penerbit            : Pustaka Sinar Harapan

ISBN/KTD         : 979-416-893-9

Cetakan            : Pertama

Tahun               : 2007/2008

Rekonstruksi dan Transformasi NASIONALISME PAPUA  ini merupakan hasil goresan terbaik dari seorang sahabat dan mantan aktivis anak bangsa yang lahir di Teminabuan, Sorong – Papua Barat, ini memiliki nilai plus dalam deretan Penulis Anak Negeri.  Buku ini menawarkan sebuah solusi bagi kebutuhan dan pertentangan serta tarik ulur kepentingan antara pemerintah dan masyarakat. Buku ini membantu masyarakat untuk memahami perluasan wawasan dengan membeberkan terbentuknya perubahan dan pandangan masyarakat Papua tentang makna dan sikap nasionalisme.

Buku ini menjadi primadona kaum politisi karena merupakan satu-satunya karya terbaik bangsa yang jeli mengupas perjalanan Papua. Papua menjadi persoalan hangat di tanah air belakangan ini, dan mendapat perhatian serius dari dunia internasional. Banyak pemberitaan surat kabar domestik dan luar negeri merupakan bukti nyata hangatnya topik ini. Mau tak mau harus diakui bahwa gagasan Papua untuk merdeka dan lepas dari Negara Kesatuan  Republik Indonesia menjadi pemicu dari maraknya pembicaraan tentang Papua.

Gerakan Papua merdeka memang bukan barang baru lagi, dan telah menjadi persoalan dalam negeri sejak kemerdekaan R.I. dan masuknya Papua (Irian) menjadi bagian dari NKRI. Yang menarik adalah bahwa sampai sekarang ini, sikap masyarakat Papua sendiri terpecah antara nsionalis yang mendukung NKRI – kelompok ini tentunya didukung oleh pemerintah RI, dan para etno-nasionalis yang secara tegas menuntut kemerdekaan Papua. Di antara kedua titik ekstrim tersebut terdapat kelompok-kelompok lain yang lebih condong berkompromi. Fakta bahwa masyarakat Papua sendiri merupakan masyarakat yang sangat majemuk ikut mendorong berbagai perbedaan  pandangan tersebut sehingga persoalan yang timbul pun bertambah kompleks.

Bagian pertama Kemajemukan Sejarah Bangsa Papua, Komposisi Penduduk dan Persebarannya. Bagian ini mencakup Polemik Nama Irian dan Papua: Pertengkaran Kecil Kaum Nasionalis, Asal usul Papua dan Irian: Ambivalensi atau Karma, Generalisasi dan Simplifikasi Bangsa Papua, Jumlah dan Komposisi Penduduk Papua, Persebaran Penduduk Papua, dan Kemajemukan Papua. Ada anggapan yang menyesatkan yang perlu diluruskan terhadap upaya generalisasi etnik orang Papua berdasarkan kesamaan ciri-ciri fisik yang seolah-olah paralel dengan kesamaan budaya, bahasa, dan adat-istiadat yang dimilikinya, seperti sistem struktur sosial dan sistem politik masyarakatnya. Generalisasi rasial berdasarkan kesamaan ciri-ciri fisik itu sesungguhnya lebih bermotif politik dari pada sosial budaya. Orang Papua sesungguhnya sangat beragam dan mempunyai nama-nama sendiri-sendiri dalam lingkup suku dan kelompok lain yang besar disebut Papua.

Bagian kedua Proses Perkembangan  Nasionalisme Bangsa Papua memuat Periode awal hubungan kebudayaan Bangsa Papua, kontak perdagangan dan kebudayaan dengan kawasan Maluku, Penetrasi bangsa-bangsa Eropa, Perkembangan Etno-Nasionalisme Papua, Nasionalisme Papua: bab sejarah yang terlupakan, dan mata rantai pengikat nasionalisme Papua: persamaan cita-cita. Kontak kebudayaan yang terjadi di Tanah Papua dengan penduduk di kawasan sekitarnya diawali dengan hubungan perdagangan, meskipun kontak atau hubungan yang sifatnya politik atau peperangan mungkin saja terjadi. Perkembangan kontak kebudayaan antar wilayah melahirkan masuknya penyebaran agama kristen protestan, katolik dan islam ke Tanah Papua.

Bab ketiga Pematangan nasionalisme dan Proses Politik Integrasi memuat pematangan nasionalisme Bangsa Papua ke dalam NKRI, Resistensi Belanda: Bom Waktu, Merebut kembali Irian Barat: Trikora, Legitimasi politik PEPERA dan upaya memutar jarum sejarah, meluruskan sejarah Papua: sebuah sasaran antara, proses politik penutsertaan Papua ke dalam Indonesia.

Bab keempat Quo Vadis: Negara Bangsa Indonesia memuat Eksistensi Papua dan negara-bangsa Indonesia, pertumbuhan pergerakan nasional dan nasionalisme Indonesia, Pembentukan negara-bangsa Indonesia, kebangkitan nasionalisme lokal, Distrosi nasionalisme Orde Baru, Era transisi rekonstruksi nasionalisme Indonesia, dan quo  vadis:Nasionalisme Indonesia.

Bagian kelima Menngembangkan Nasionalisme Papua: Beberapa Agenda Ke Depan memuat Pemberdayaan Orang Papua: Necessary, but not Sufficient, Kohesifitas dan Harmoniasasi Hubungan Pendatang dan Pribumi, Resolusi Kepentingan Asing dan Konflik Sumber Daya Alam, Resolusi dan Rekonsiliasi untuk Kebenaran, Membangun dan Mengedepankan Dialog Kultural, dan Otonomi Khusus: Pilihan Realitas atau Sasaran Antara.

Buku ini juga tengah menyajikan sedikit sepak terjang  otonomi khusus Papua yang sekarang menjadi  pilihan politik paling realistis bagi orang Papua, termasuk didalamnya pihak-pihak yang tidak puas. Ada kalangan orang yang masih berpegang pada prinsip gerakan melepaskan diri dari NKRI perlu dihargai sikap politiknya, termasuk mereka yang mengambil cara-cara keerasan dengan senjata. Namun realitas politik sekarang ini menuntut mereka mengkaji ulang posisinya, agar gerakannya tertap relevan dan tidak ditinggalkan pendukungnya. Di dalam kalangan yang tergolong menolak otonomi khusus itu ada yang moderat dan meminta skema otonomi khusus Papua diperdebatkan lagi, dimodifikasi, dan diujikan secara teoritis dengan prinsip otonomi yang baik. Mereka berpandangan bahwa skema yang dirumuskan dalam Otsus hanya mengenai masalah kesejahteraan, sehingga mengabaikan masalah lain seperti penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia dan pelurusan sejarah. Bagi kalangan ”garis keras” Otonomi Khusus dipandang tidak lebih sebagai istilah lain dari PENINDASAN. Semoga buku ini membantu meratakan gundukan ketidaktahuan berbagai kalangan tentang Papua, OTSUS dan Implementasinya.

*) Staf Pengajar UNIPA Manokwari

Posted in BUKU. 3 Comments »

3 Responses to “REKONSTRUKSI DAN TRANSFORMASI NASIONALISME PAPUA”

  1. octho Says:

    bisa di dapatkan di mana buku ini???

    saya sangat membutuhkan.

    SALAM

  2. Mansar Says:

    Buku2 tentang papua bisa dapat di tk buku gramedia jayapura atau tk buku xaferius manokwari, atau tk buku gunung agung di Jakarta.

    kecuali, yang su ditarik dari peredaran oleh Kejaksaan itu mungkin tong bisa foto copy baru bagi-bagi saja…..

    Mari……. tong kampanye cinta tanah ini ……

    Mansar, Mnukwar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: